Jumat, 26 April 2013

0 sejarah tulisan sunda


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
ada awalnya, iaitu pada sekitar kurun kelima hingga kelapan, tulisan Pallava digunakan di Jawa Barat untuk menulis dalam bahasa Sanskrit. Kemudian, pada kurun ke-14, tulisan Sunda Kuno (Sunda Kuna) muncul. Tulisan ini digunakan oleh Kerajaan Sunda sehingga ke kurun ke-18. alam tempoh tersebut, beberapa sistem tulisan lain juga diperkenalkan, antaranya ialah tulisan Jawa yang digunakan pada kurun ke-17 sehingga kurun ke-19, dan tulisan Arab (Pegon?) yang digunakan pada kurun ke-17 sehingga pertengahan kurun ke-20. Bermula pada kurun ke-20, abjad Rumi digunakan sebagai sistem tulisan rasmi untuk bahasa Sunda. Tulisan Sunda moden telah dipiawaikan pada tahun 1996 dan dinamakan Sunda Baku. Tulisan ini mempunyai sedikit perbezaan dengan Sunda Kuno. Bukti penggunaan tulisan Sunda yang terawal ialah penemuan beberapa batu bersurat di Kawali, Jawa Barat. Abjad Tulisan Sunda merupakan sistem tulisan abjad suku kata. Setiap huruf mewakili suku kata yang terdiri daripada dua bunyi, iaitu konsonan dan vokal. Setiap huruf mempunyai bunyi vokal asal /a/, tetapi bunyi vokal tersebut boleh dibatalkan dan digantikan dengan bunyi-bunyi lain dengan menggunakan tanda diakritik. Huruf asas Terdapat 25 huruf asas (b. Sunda: aksara ngalagena) dalam abjad Sunda. Huruf-huruf ini disusun mengikut turutan Brahmi. Sunda-Ka.pngka Sunda-Qa.pngqa Sunda-Ga.pngga Sunda-Nga.pngnga Sunda-Ca.pngca Sunda-Ja.pngja Sunda-Za.pngza Sunda-Nya.pngnya Sunda-Ta.pngta Sunda-Da.pngda Sunda-Na.pngna Sunda-Pa.pngpa Sunda-Fa.pngfa Sunda-Va.pngva Sunda-Ba.pngba Sunda-Ma.pngma Sunda-Ya.pngya Sunda-Ra.pngra Sunda-La.pngla Sunda-Wa.pngwa Sunda-Sa.pngsa Sunda-Xa.pngxa Sunda-Ha.pngha Sunda Kha.pngkha Sunda Sya.pngsya Huruf vokal Huruf vokal (b. Sunda: aksara vokal mandiri) digunakan untuk melambangkan suku kata yang bermula dengan bunyi vokal dan tidak mempunyai konsonan. Terdapat tujuh macam huruf vokal: Sunda-A.pnga Sunda-I.pngi Sunda-U.pngu Sunda-E.pnge Sunda-O.pngo Sunda-Ae.pngé Sunda-Eu.pngeu Tanda diakritik Tanda vokal (b. Sunda: aksara swara) ditambahkan pada huruf asas untuk mengubah bunyi vokalnya. Sunda Panghulu.png panghulu - untuk bunyi /i/ Sunda Panyuku.png panyuku - untuk bunyi /u/ Sunda Pamepet.png pamepet - untuk bunyi /ǝ/ Sunda Panolong.png panolong - untuk bunyi /o/ Sunda Paneleng.png panéléng - untuk bunyi /e/ Sunda Paneuleung.png paneuleung - untuk bunyi eu Selain itu, terdapat juga beberapa tanda lain yang membatalkan bunyi vokal /a/ pada huruf asas dan menggantikannya dengan bunyi lain. Sunda Pamingkal.png pamingkal - untuk bunyi ya Sunda Panyakra.png panyakra - untuk bunyi ra Sunda Panyiku.png panyiku - untuk bunyi la Sunda Pamaeh.png pamaeh - untuk tiada bunyi (baris mati) Sunda Panyecek.png panyecek - untuk bunyi ng Sunda Panglayar.png panglayar - untuk bunyi r Sunda Pangwisad.png pangwisad - untuk bunyi h Angka Angka dalam tulisan Sunda menggunakan sistem nombor perpuluhan. Sunda 1.png1 Sunda 2.png2 Sunda 3.png3 Sunda 4.png4 Sunda 5.png5 Sunda 6.png6 Sunda 7.png7 Sunda 8.png8 Sunda 9.png9 Sunda 0.png0

0 Rumah Tradisional Indonesia


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki rumah adat yang unik yaitu Mbaru Niang dan Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara. 1. Mbaru Niang, NTT Rumah Adat Mbaru Niang pic Mbaru Niang adalah rumah adat yang memiliki 5 tingkat yang ada di Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, NTT. Keunikan rumah adat ini karena bentuknya yang tak biasa, yaitu mengerucut di bagian atap hingga hampir menyentuh tanah. Biasanya, atap Mbaru Niang terbuat dari daun lontar yang sudah kering. Tingkat satu merupakan tingkat yang langsung kita temui didalam rumah atau biasa disebut dengan nama lutur atau tenda. Tingkat satu biasa digunakan sebagai tempat tinggal. Naik ke lantai dua adalah ruangan untuk menyimpan bahan makanan dan barang. Lantai ini biasa disebut dengan nama lobo. Naik lagi ke lantai 3 atau ruang lentar, Anda bisa melihat banyak benih tanaman untuk bercocok tanam. Sama seperti tingkat 1, 2 dan 3, tingkat 4 juga memiliki namanya sendiri, yaitu lempa rae. Lempa rae adalah tempat untuk menyimpan stok cadangan makanan yang berguna saat hasil panen kurang berhasil. Nah, jika masuk di lantai paling akhir atau yang disebut hekang kode, Anda bisa melihat aneka sesajian yang disimpan pemilik rumah untuk para leluhur. 2. Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara, NTT Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara pic Rumah adat Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara dapat dijumpai di Nusa Tenggara Timur. Tepatnya ada di Desa Koanara, Kelimutu, NTT. Bisa dibilang, Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara adalah rumah adat dengan nama terpanjang yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu, bentuknya yang unik juga menarik untuk diamati, terutama atapnya yang sampai menyentuh tanah. Kalau Mbaru Niang memiliki atap dari daun lontar, Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara memiliki atap dari ilalang. Kalau melihat lebih detil, Anda bisa menemukan tiga jenis rumah yang berbeda, yaitu rumah baku, rumah tinggal, dan lumbung padi. Rumah baku adalah rumah yang digunakan untuk menyimpan tulang belulang milik leluhur. Sudah ada 13 keturunan yang tulangnya di simpan di rumah ini. Menengok ke sebelah rumah baku, Anda bisa melihat rumah dengan atap yang seluruhnya menyentuh tanah. Inilah rumah penyimpanan hasil panen sawah. Nah, kalau mau tahu rumah tinggal, cari saja rumah dengan kepala kerbau yang terpampang di depan pintu rumah. Itulah rumah tinggal. Rumah Adat Toraja disebut Baruang Tongkonan, yang berasal dari kata "tongkon" (=duduk) dan "an" (=tempat). Jadi Tongkonan bisa diartikan tempat duduk, tempat orang desa berkumpul, bermusyawarah, dan menyelesaikan masalah-masalah adat. Bentuk Tongkonan berupa rumah panggung yang merupakan kombinasi antara batang kayu dan lembaran papan. Denahnya berbentuk persegi panjang mengikuti bentuk dari material kayu. Kayu yang digunakan adalah kayu Uru, jenis kayu lokal dari Sulawesi. Kualitasnya sangat baik dan kayu tersebut banyak ditemui di hutan-hutan di Daerah Toraja. Rumah Tongkonan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: 1. Kolong (Sulluk Banua) 2. Ruangan rumah (Kale Banua) 3. Atap (Ratiang Banua), bentuknya melengkung mirip tanduk kerbau. Pada sisi sebelah barat dan timur bangunan terdapat jendela kecil untuk sirkulasi udara dan masuknya cahaya matahari. Rumah Tongkonan Latar belakang arsitektur Rumah Tradisional Toraja berkaitan dengan falsafah kehidupan yang merupakan landasan dari kebudayaan orang Toraja itu sendiri. Dalam pembangunan Rumah Adat Tongkonan ada hal-hal yang mengikat atau hal yang di haruskan dan tidak boleh di langgar, yaitu: Rumah harus menghadap ke utara, letak pintu di bagian depan rumah, dengan keyakinan bumi dan langit merupakan satu kesatuan dan bumi dibagi dalam 4 penjuru mata angin, yaitu: 1. Utara disebut Ulunna langi, yang paling mulia di mana Puang Matua berada (keyakinan masyarakat Toraja) 2. Timur disebut Matallo, tempat metahari terbit, tempat asalnya kebahagiaan atau kehidupan. 3. Barat disebut Matampu, tempat metahari terbenam, lawan dari kebahagiaan atau kehidupan, yaitu kesusahan atau kematian. 4. Selatan disebut Pollo’na langi, sebagai lawan bagian yang mulia, tempat melepas segala sesuatu yang tidak baik / angkara murka. Keindahan Rumah Adat Toraja sangatlah perlu dijaga, begitu juga rumah adat, pakaian adat, dan keindahan Indonesia lainnya, sehingga tidak hilang ditelan bermunculannya arsitektur rumah modern. Rumah adat Joglo adalah rumah adat dari daerah Jawa Timur. Di daerah Ponorogo banyak ditemukan rumah adat Joglo. Umumnya Rumah Joglo yang terdapat di daerah Ponorogo memiliki dua ruangan, yaitu: ruang depan dan ruang belakang. Ruang depan/pendopo biasanya difungsikan sebagai tempat menerima tamu, tempat mengadakan upacara adat dan sebagai balai pertemuan. Sedangkan ruang belakang terdiri dari kamar dan dapur. Pada Rumah Joglo, ruangan utama atau ruangan induk dibagi menjadi 3, yaitu: sentong kiwo, sentong tengah dan sentong tengen. Dalam masyarakat Jawa, kamar tengah merupakan kamar sakral. Dalam kamar ini pemiliki rumah biasanya menyediakan tempat tidur atau katil yang dilengkapi dengan bantal guling, cermin dan sisir dari tanduk. Kamar tengah umumnya juga dilengkapi dengan lampu yang berfungsi sebagai pelita, serta ukiran yang memiliki makna sebagai pendidikan rohani. Di sebelah kiri (barat) terdapat dempil yang berfungsi sebagai tempat tidur orang tua yang langsung dihubungkan dengan serambi belakang (pasepen) yang digunakan untuk membuat kerjinan tangan. Sedangkan disebelah kanan (timur) terdapat dapur, pendaringan dan tempat yang difungsikan untuk menyimpan alat pertanian. (sumber) Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk salah satu rumah adat tradisional Indonesia yang banyak di jumpai di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjung. Rumah adat dengan model ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan, Malaysia. Namun demikian tidak semua kawasan di Minangkabau (darek) yang boleh didirikan rumah adat ini, hanya pada kawasan yang sudah memiliki status sebagai nagari saja Rumah Gadang ini boleh didirikan. Begitu juga pada kawasan yang disebut dengan rantau, rumah adat ini juga dahulunya tidak ada yang didirikan oleh para perantau Minangkabau. Fungsi Rumah adat ini berfungsi sebagai tempat tinggal bersama, mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri. Jumlah kamar bergantung kepada jumlah perempuan yang tinggal di dalamnya. Setiap perempuan dalam kaum tersebut yang telah bersuami memperoleh sebuah kamar. Sementara perempuan tua dan anak-anak memperoleh tempat di kamar dekat dapur. Gadis remaja memperoleh kamar bersama di ujung yang lain. Seluruh bagian dalam rumah adat ini merupakan ruangan lepas kecuali kamar tidur. Bagian dalam terbagi atas lanjar dan ruang yang ditandai oleh tiang. Tiang itu berbanjar dari muka ke belakang dan dari kiri ke kanan. Tiang yang berbanjar dari depan ke belakang menandai lanjar, sedangkan tiang dari kiri ke kanan menandai ruang. Jumlah lanjar bergantung pada besar rumah, bisa dua, tiga dan empat. Ruangnya terdiri dari jumlah yang ganjil antara tiga dan sebelas. rumah adat minang Arsitektur Rumah adat ini memiliki keunikan bentuk arsitektur dengan bentuk puncak atapnya runcing yang menyerupai tanduk kerbau dan dahulunya dibuat dari bahan ijuk yang dapat tahan sampai puluhan tahun namun belakangan atap rumah ini banyak berganti dengan atap seng. Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bahagian muka dan belakang. Dari bagian dari depan Rumah Gadang biasanya penuh dengan ukiran ornamen dan umumnya bermotif akar, bunga, daun serta bidang persegi empat dan genjang. Sedangkan bagian luar belakang dilapisi dengan belahan bambu. Rumah tradisional ini dibina dari tiang-tiang panjang, bangunan rumah dibuat besar ke atas, namun tidak mudah rebah oleh goncangan, dan setiap elemen dari Rumah Gadang mempunyai makna tersendiri yang dilatari oleh tambo yang ada dalam adat dan budaya masyarakat setempat. Pada umumnya Rumah Gadang mempunyai satu tangga yang terletak pada bagian depan. Sementara dapur dibangun terpisah pada bagian belakang rumah yang didempet pada dinding. Ukiran Pada bagian dinding Rumah Gadang di buat dari bahan papan, sedangkan bagian belakang dari bahan bambu. Papan dinding dipasang vertikal, sementara semua papan yang menjadi dinding dan menjadi bingkai diberi ukiran, sehingga seluruh dinding menjadi penuh ukiran. Penempatan motif ukiran tergantung pada susunan dan letak papan pada dinding Rumah Gadang. Pada dasarnya ukiran pada Rumah Gadang merupakan ragam hias pengisi bidang dalam bentuk garis melingkar atau persegi. Motifnya umumnya tumbuhan merambat, akar yang berdaun, berbunga dan berbuah. Pola akar biasanya berbentuk lingkaran, akar berjajaran, berhimpitan, berjalinan dan juga sambung menyambung. Cabang atau ranting akar berkeluk ke luar, ke dalam, ke atas dan ke bawah. Disamping motif akar, motif lain yang dijumpai adalah motif geometri bersegi tiga, empat dan genjang. Motif daun, bunga atau buah dapat juga diukir tersendiri atau secara berjajaran.

0 Senjata-senjata Tradisional Indonesia beserta foto. Sejarah pembuatan senjata tradisional indonesia. Kumpulan foto-foto senjata tradisional indonesia.


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
1. Keris Keris keris bali keris jawa keris jawa Keris Inilah salah satu senjata tradisional paling terkenal di dunia, baik karena bentuk fisik dan sejarahnya yang panjang. Salah satu kisah yang membuat senjata ini terkenal tentu saja “Keris Empu Gandring”. Sementara di lingkungan Kraton, dari Demak sampai Mataram, mempunyai semacam keyakinan bahwa untuk menjadi penguasa jawa harus mempunyai duet Keris Kiai Nagasasra Kiai Sabuk Inten ditambah Kiai Sangkelat. Di Kraton Yogyakarta sendiri Sultan yang akan bertahta harus mewarisi Keris Joko Piturun dari Sultan sebelumnya. Secara umum, keris terbagi atas Keris Jawa dan Keris Bali (keris bali berukuran lebih besar). Hal itu karena faktor sejarah dan kedekatan geografis, hampir sama dengan kasus Aksara Jawa dan Aksara Bali yang mirip. 2. Kujang Jawa Barat KUjang KUjang Kujang juga terkenal karena bentuknya yang menyeramkan, namun terlihat mewah. Konon merupakan senjata pusaka di Kerajaan Galuh Pajajaran, terutama Prabu Siliwangi. Kujang konon berasal dari kata “kudi” dan “hyang” yang kurang lebih berarti “Senjata Dewa Sakti”. 3. Clurit clurit madura clurit madura Senjata clurit madura ini tak perlu diceritakan lagi. Bentuknya mengerikan namun akrab dengan petani di madura karena senjata ini juga bisa digunakan untuk bertani. 4. Mandau Kalimantan Senjata ini juga mempunyai reputasi yang cukup kondang, antara lain cerita-cerita yang mengatakan bahwa Mandau bisa melayang dan menemukan korbannya jika digunakan oleh seorang yang sakti. Suku Dayak Kalimantan terkenal dengan kesaktiannya dan juga toleransi yang tinggi dengan alam sekitar. Mereka tidak akan merusak lingkungan sekitar mereka, bahkan mereka akan berpikir seribu kali untuk kemudian mengatakan “tidak” untuk mematahkan sebuah ranting kecil. Jika semua masyarakat Indonesia bisa seperti itu zamrud khatulistiwa akan lestari. mandau mandau kalimantan 5. Badik Sulawesi Senjata yang satu ini berbentuk cukup unik namun tetap mengerikan. Badik Sulawesi merupakan salah satu senjata tradisional yang harus dilestarikan berasal dari sulawesi badik sulawesi badik sulawesi 6. Rencong Aceh Senjata ini terkenal seperti senjata tradisional lain, digunakan dalam perang melawan penjajah. Antara lain terlihat di pinggang Cut Nyak Dien (dalam gambar-gambar). Bentuknya cukup kecil, tetapi benar-benar dibuat dengan ketelitian tinggi. rencong rencong aceh 7. Piso Gaja Dompak Sumatera Utara Senjata ini mempunyai detail yang rumit, baik di mata pedangnya ataupun di gagangnya. Sekilas terlihat seperti parang namun berbeda. piso gajak piso gajak 8. Parang atau golok Parang berasal dari betawi. Inilah senjata yang mungkin paling banyak digunakan dalam kegiatan sehari-hari, baik untuk bertani atau yang lain. Bentuknya yang sederhana memudahkan penggunanya untuk keperluan pertanian. Konon digunakan oleh Si Pitung, ksatria legendaris Betawi. golok parang golok betawi Itulah kumpulan senjata tradisional yang paling terkenal dan populer di indonesia, beserta gambar-gambar dan foto senjata tradisional di indonesia.

0 Permainan Tradisional Indonesia


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Teman-teman masih ingat waktu kita kecil dulu, bermain dengan teman-teman dengan beraneka ragam mainan tradisional buatan sendiri. Nah kali ini admin octavinsu, merangkum 10 Aneka permainan khas Indonesia yang unik dan menarik : 10 Aneka Permainan Tradisional Anak Indonesia Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan dan batu-batu kecil. 1.congklak Di Jawa, permainan ini lebih dikenal dengan nama congklak, dakon, dhakon atau dhakonan. Di beberapa daerah di Sumatera yang berkebudayaan Melayu, permainan ini dikenal dengan nama congkak. Di Lampung permainan ini lebih dikenal dengan nama dentuman lamban, sedangkan di Sulawesi permainan ini lebih dikenal dengan beberapa nama: Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata. Permainan ini di Malaysia juga dikenal dengan nama congkak, sedangkan dalam bahasa Inggris permainan ini disebut Mancala. 2. Yo-yo 10 Aneka Permainan Tradisional Anak Indonesia Yo-yo adalah suatu permainan yang tersusun dari dua cakram berukuran sama (biasanya terbuat dari plastik, kayu, atau logam) yang dihubungkan dengan suatu sumbu, di mana tergulung tali yang digunakan. Satu ujung tali terikat pada sumbu, sedangkan satu ujung lainnya bebas dan biasanya diberi kaitan. Permainan yo-yo adalah salah satu permainan yang populer di banyak bagian dunia. Walaupun secara umum dianggap permainan anak-anak, tidak sedikit orang dewasa yang memiliki kemampuan profesional dalam memainkan yo-yo. Yo-yo dimainkan dengan dengan mengaitkan ujung bebas tali pada jari tengah, memegang yo-yo, dan melemparkannya ke bawah dengan gerakan yang mulus. Sewaktu tali terulur pada sumbu, efek giroskopik akan terjadi, yang memberikan waktu untuk melakukan beberapa gerakan. Dengan menggerakkan pergelangan tangan, yo-yo dapat dikembalikan ke tangan pemain, di mana tali akan kembali tergulung dalam celah sumbu 3. Petak Umpet 10 Aneka Permainan Tradisional Anak Indonesia Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru. Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut. Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal. Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya. Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu 'kebakaran' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya. 4. Dor Tap 10 Aneka Permainan Tradisional Anak Indonesia Dor Tap merupakan permainan yang mirip dengan Petak Umpet namun dimainkan oleh 2 kelompok. Kelompok yang lebih dulu berhasil menyebut nama lawan yang bersembunyi dapat diartikan bahwa lawan tersebut terkena tembakan. Permainan berakhir jika salah satu kelompok sudah habis tertembak. 5. Permainan Benteng 10 Aneka Permainan Tradisional Anak Indonesia Benteng adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing-masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing-masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai 'benteng'. Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi ‘penawan’ dan yang ‘tertawan’ ditentukan dari waktu terakhir saat si ‘penawan’ atau ‘tertawan’ menyentuh ‘benteng’ mereka masing – masing. 6. Kasti 10 Aneka Permainan Tradisional Anak Indonesia Kasti atau Gebokan merupakan sejenis olahraga bola. Permainan yang dilakukan 2 kelompok ini menggunakan bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan dan tumpukan batu untuk disusun. Siapapun yang berhasil menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah kelompok yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu. Kerjasama antaranggota kelompok sangat dibutuhkan seperti halnya olahraga softball atau baseball. Versi lain permainan kasti yang banyak dimainkan anak anak sekolah dasar: pemain dibagi dua regu, salah satu mendapat giliran jaga dan satu regu lagi mendapat giliran untuk memukul. Disediakan beberapa pos yang ditandai dengan tiang dimana pemain serang (yang mendapat giliran pukul) tak boleh di"gebok" atau dilempar dengan bola. Pemain serang bergiliran memukul bola yang diumpan oleh salah seoarng pemain jaga. Pemain jaga berjaga dilapangan untuk mencoba menangkap pukulan pemain serang. Ketika bola terpukul pemain serang berlari ke pos berikut atau "pulang" ke "rumah" yang dibatasi dengan sebuah garis. Kalau pemain yang sedang lari menuju pos atau pulang dapat di"gebok" dia dinyatakan mati dan kedua regu berganti - regu serang jadi regu jaga dan sebaliknya. Pemain serang yang berhasil pulang mendapat satu angka. Regu yang mendapat angka terbanyak ketika pertandingan berakhir dinyatakan menang. Permainan ini memang menggunakan gerak dasar berlari, memukul bola dengan sebuah tongkat, menangkap dan melempar. Terdiri dari 2 base dengan jarak minimal 20 meter. 7. Gasing 10 Aneka Permainan Tradisional Anak Indonesia Gasing / Gangsing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib. Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan. Gasing dari Jepang Gerakan gasing berdasarkan efek giroskopik. Gasing biasanya berputar terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian kaki (paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan efek giroskopik berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya bagian badan terjatuh secara kasar ke permukaan tanah. 8. Layang-layang 10 Aneka Permainan Tradisional Anak Indonesia Permainan layang-layang, juga dikenali dengan nama wau merupakan satu aktivititas menerbangkan layang-layang tersebut di udara. Pada musim kemarau di Indonesia anak-anak selalu bermain layang-layang karena anginnya besar. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya. Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan, layang-layang diketahui juga memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif. 9.Balap Karung 10 Aneka Permainan Tradisional Anak Indonesia Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir. Meskipun sering mendapat kritikan karena dianggap memacu semangat persaingan yang tidak sehat dan sebagai kegiatan hura-hura, balap karung tetap banyak ditemui, seperti juga lomba panjat pinang, sandal bakiak, dan makan kerupuk. Lomba balap karung juga diapresiasi oleh pendatang dari luar negeri dengan langsung terlibat dalam perlombaan ini. 10. Galah Asin 10 Aneka Permainan Tradisional Anak Indonesia Galah asin, galasin, atau gobak sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan. kalau di makassar nama nya main asing. seorang pemain bertindak sebagai peluncur (kapten). permainan ini seru melatih ketangkasan, strategi, kecepatan, dan kecerdikan.

0 minuman obat tradisional


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Bir Pletok Bir Pletok adalah salah satu Minuman Tradisional khas Betawi. Bir Pletok ini dibuat dari tumbuh tumbuhan dan rempah-rempah asli Indonesia, Minuman Tradisional Bir Pletok ini sangat berbeda dengan Minuman keras lho.. karena Bir yang satu ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Selain bisa menjadi pelepas dahaga, Bir Pletok ini justru mempunyai manfaat untuk menyegarkan dan menghangatkan badan. Bahan utama Bir Pletok adalah jahe, kapulaga, sereh, kayu manis, kayu secang dan gula. Semua bahan direbus sampai mateng, biar Bir Pletok lebih mantap di perlukan Jahe Gajah yang sudah tua atau pakai Jahe Merah yang lebih berasa pedas. Khasiat Minuman Tradisional Bir Pletok: Mengusir masuk angin khasiat dari jahe, Meredakan panas khasiat dari kayu secang, Menghangatkan perut. Bajigur Bajigur adalah minuman tradisional hangat khas masyarakat Sunda Jawa Barat, Indonesia. Bahan utamanya adalah gula aren, dan santan. Untuk menambah kenikmatan dicampurkan pula sedikit jahe, garam dan bubuk vanili. Minuman yang disajikan panas ini biasa dijual dengan menggunakan gerobak. Bajigur paling cocok diminum pada saat cuaca dingin dan basah sehabis hujan. Makanan yang sering dihidangkan bersama bajigur adalah pisang rebus, ubi rebus, atau kacang rebus. Bahan: 300 gr gula jawa 100 gr gula pasir Garam secukupnya 2 lembar daun pandan 350 ml air 900 ml santan kelapa 150 gr kolang-kaling, belah menjadi dua 2 sdm bubuk kopi Roti tawar secukupnya Cara membuat: 1. Masukkan dan campur gula jawa, gula pasir, garam, daun pandan dan air. Didihkan sampai benar-benar mendidih, angkat dan saring. 2. Masukkan santan, kolang-kaling ke dalam campuran tadi, lalu masak kolang-kaling sampai matang. 3. Hidangkan dalam cangkir atau mangkuk kecil dengan ditambah roti atau sedikit kopi bubuk (bila suka). Sekoteng Sekoteng adalah minuman tradisional asli Jawa Tengah yang beraroma jahe yang biasa dihidangkan panas dan banyak dijual malam hari. Bahan lain yang biasanya dicampur ke dalam minuman sekoteng adalah kacang hijau, kacang tanah, pacar cina dan potongan roti. Bahan Bahan: 300 ml air, 200 gram gula pasir, 50 gram jahe, iris tipis lalu memarkan, 5 lembar daun pandan, 3 butir adas, 3 cm kayu manis Untuk Isi : 2 lembar roti tawar tanpa kulit, potong-potong 50 gram kacang tanah sangrai 50 gram kacang hijau rebus 50 gram kolang-kaling rebus 50 gram pacar cina, rebus susu kental manis sebagai pelengkap Cara Membuat Minuman Tradisional Sekoteng : 1. Rebus air bersama gula, jahe, daun pandan, adas, dan kayu manis hingga mendidih. Angkat lalu saring. 2. Tata dalam mangkuk kecil pacar cina, kolang-kaling, kacang hijau, kacang tanah, dan roti tawar. Tuangi kuahnya panas-panas.

0 makanan


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Pecel is the typical food of Madiun in East Java Indonesia made of boiled vegetables such as spinach, bean sprouts, long beans, basil, leaves of sesbania, krai (a type of cucumber) or other vegetables served with sambal pecel watered. Concept pecel dish with a salad there are similarities with the Europeans, namely that poured fresh vegetables mayonnaise topping. Just to pecel pecel sauce topping. The main ingredient of chilli pecel is peanuts and cayenne pepper mixed with other ingredients such as kaffir lime leaves, onion, sour java, pepper and salt. Pecel often served with peanut peanut brittle, peanut brittle plates of shrimp or rice. In addition pecel also usually served with warm white rice plus chicken or jerohan. Presentation mode can be on a plate or in a folded leaf pincuk called. This dish is similar to gado-gado, although there are differences in the materials used. Pecel spicy flavor that is characteristic of this cuisine shock. Gado-Gado Recipe ( Indonesian Mixed Salad ) Ingredients : 400g (2 cups) 120g (1 cup) 120g (1 cup) 120g (1 cup) 3 tablespoons 50g (1 3/4 cup) 300g (1 cup) 120g (1/2 cup) 5 leaves 2 12 Dressing 3 tablespoons 100g (1 cup) 7 cloves 1 teaspoon 2 tablespoons 2 tablespoons 500 ml 2 tablespoons 1 1/4 teaspoons 5 tablespoons 300g (2 cups) Potatoes, peeled and cubed Beansprouts Chinese cabbage, coarsely shredded Long Beans Oil Soy bean cake (tempeh) Firm beancurd Cucumber, sliced into finger lengths Chinese lettuce, washed and dried Hard boiled eggs, peeled and halves Fried prawn crackers Ground dried red chilies Shallots Garlicc Shrimp paste (belacan) Water Oil Water Rice vinegar Salt Sugar Roasted peanuts, crushed Method : Boil the potatoes until firm and tender, then drain and divide between four serving bowls. Blanch the beansprouts for 10 seconds, remove and plunge them briefly into ice cold water. Repeat for the cabbage. Drain both well and divide between each bowl. Cut long beans to finger lengths then boil until tender and place in e ach bowl. Heat the oil in a pan or wok and fry the tempeh on both sides until brown. Remove and drain on kitchen towel, cube then place in each bowl. Pat the beancurd dry with paper towel and fry in the oil until brown on both sides. Remove and cut into cubes and divide between the four bowls. Divide the remaining vegetables into each bowl and top with half an egg. Prepare t he dressing and pour over the vegetables. Garnish with the prawn cracker. How to prepare the dressing? Blend the dried chilies, shallots, garlic and shrimp pate with 2 tablespoons water until smooth. Heat the oil and sauté the blended ingredients until fragrant. Add the water, vinegar, salt, sugar and peanuts and bring to the boil. Reduce the heat and simmer for another 10 minutes food can be interpreted as a source of life, because my hobby of eating and of course you really like, I take this opportunity to introduce food from Indonesia, which is very delicious and a variety of options. Because Indonesia has a variety of Indonesian islands must also have a variety of foods are also all kinds of food iIndonesia really - really pamper our tongue, I love food, I love Indonesian food,, . One of the main characteristics of Indonesian cuisine is the wide application of peanuts in many Indonesian signature dishes, such as satay, gado-gado, karedok, ketoprak, and pecel. Introduced from Mexico by Portuguese and Spanish merchants in 16th century, peanuts assumed a place within Indonesian cuisine as a key ingredient. Peanuts thrived in the tropical environment of Southeast Asia, and today they can be found, roasted and chopped finely, in many recipes. Whole, halved, or crushed peanuts are used to garnish a variety of dishes, and used in marinades and dipping sauces such as sambal kacang (a mixture of ground chillis and fried peanuts) for otak-otak or ketan. Peanut oil, extracted from peanuts, is one of the most commonly used cooking oils in Indonesia. Bumbu kacang or peanut sauce represents a sophisticated, earthy seasoning rather than a sweet, gloppy sauce [3]. It should have a delicate balance of savoury, sweet, sour, and spicy flavours, acquired from various ingredients, such as fried peanuts, gula jawa (coconut sugar), garlic, shallots, ginger, tamarind, lemon juice, lemongrass, salt, chilli, peppercorns, sweet soy sauce, ground together and mixed with water to form the right consistency. The secret to good peanut sauce is “not too thick and not too watery.” Indonesian peanut sauce tends to be less sweet than the Thai version, which is a hybrid adaptation. Gado-gado is a popular dish particularly associated with bumbu kacang, and is eaten across Indonesia. meaning of food Food is a substance, usually derived d ' animal or vegetable, is consumed by human beings live to provide nutrition l funds ' energy. The liquid used to this effect is often called a glass, but the food the word "may also be used." This term is sometimes used with metaphor, as "" food for thought"." Adequacy of food can be assessed by anthropométrique status nutritional meals human needs are usually taken by l ' farming or gardening, including plant and animal sources. Some people refuse to eat food animals, meat, eggs, and others. Those that n ' love not eating meat and others are called vegetarians who do that eat vegetables as staple food.Every food has a different nutrient. Protein, carbohydrates, fats, etc. is one example, we'll get nutrients from food. Each type of nutrition that we get has a different function. Carbohydrates are energy sources that we get everyday. One example of foods containing carbohydrates is rice. Proteins are used by the body to help our growth, both brain and body. Fats are used by our body as food and as a backup energy reserves. Fat will be used when the body lacks carbohydrates, and fat will break down into glucose which is very useful for our body when we need energy.

0 pencak silat


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Sejarah Pencak Silat Pencak Silat adalah seni beladiri yang berakar pada rumpun Melayu. Seni beladiri ini banyak ditemukan di Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan negara-negara yang berbatasan dengan negara etnis Melayu tersebut. Banyak ahli sejarah menyatakan bahwa Pencak Silat pertama kali ditemukan di Riau pada jaman kerajaan Sriwijaya di abad VII walaupun dalam bentuk yang masih kasar. Seni beladiri Melayu ini kemudian menyebar ke seluruh wilayah kerajaan Sriwijaya, semenanjung Malaka, dan Pulau Jawa. Namun keberadaan Pencak Silat baru tercatat dalam buku sastra pada abad XI. Dikatakan bahwa Datuk Suri Diraja dari Kerajaan Pahariyangan di kaki gunung Merapi, telah mengembangkan silat Minangkabau disamping bentuk kesenian lainnya. Silat Minangkabau ini kemudian menyebar ke daerah lain seiring dengan migrasi para perantau. Seni beladiri Melayu ini mencapai puncak kejayaannya pada jaman kerajaan Majapahit di abad XVI. Kerajaan Majapahit memanfaatkan pencak silat sebagai ilmu perang untuk memperluas wilayah teritorialnya. Kerajaan Majapahit menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara. Hanya kerajaan Priyangan di tanah Pasundan yang tidak dapat dikuasai penuh oleh Kerajaan Majapahit. Tentara kerajaan Priyangan ini terkenal akan kehebatan pencak silatnya. Karena wilayahnya yang terisolir, dan terbatasnya pengaruh Majapahit, seni beladiri kerajaan Priyangan hampir tidak mendapat pengaruh dari silat Minangkabau. Pencak silat priyangan ini terkenal dengan nama Cimande. Para ahli sejarah dan kalangan pendekar pada umumnya sepakat bahwa berbagai aliran Pencak Silat yang berkembang dewasa ini, bersumber dari dua gaya yang berasal dari Sumatra Barat dan Jawa Barat seperti diuraikan di atas. Aspek-aspek Pencak Silat IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) mendefinisikan pencak silat sebagai suatu kesatuan dari empat unsur yaitu unsur seni, beladiri, olahraga, dan olahbatin. Unsur seni merupakan wujud budaya dalam bentuk kaidah gerak dan irama yang tunduk pada keseimbangan, keselarasan, dan keserasian. Unsur beladiri memperkuat naluri manusia untuk membela diri terhadap berbagai ancaman dan bahaya, dengan teknik dan taktik yang efektif. Unsur olahraga mengembangkan kegiatan jasmani untuk mendapatkan kebugaran, ketangkasan, maupun prestasi olahraga. Unsur olahbatin membentuk sikap dan kepribadian luhur dengan menghayati dan mengamalkan berbagai nilai dan norma adat istiadat yang mengandung makna sopan santun sebagai etika kalangan pendekar.

0 Batik indonesia


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri. Perkembangan Batik di Indonesia Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia. Dan pada hari Jumat tanggal 2 Oktober tahun 2009, Educational Scientific and Cultural Organisation (UNESCO), menetapkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia. Hari yang dinanti-nantikan oleh seluruh penduduk ini pun dijadikan sebagai Hari Batik.

0 baju teuing


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Baju Raya Termahal Di Dunia [399,900] Semasa aku berjalan-jalan di Putrajaya,aku tengok satu ruangan di Alamanda Putrajaya ni dikerumuni oleh ramai orang berbilang kaum tidak kira lelaki dan perempuan.Semuanya berkumpul seperti ada sesuatu benda yang menarik.Jadi,aku pun dengan handset di tangan pun pergi ke kawasan tersebut. Rupa-rupanya,benda yang menjadi perhatian adalah pameran baju hari raya termahal di dunia.Untuk tontonan umum,aku sempat snap gambar baju tersebut walaupun dilarang pengawal yang menjaga baju termahal didunia tersebut.Ini adalah gambar yang sempat aku snap. Baju Raya di atas adalah sangat mahal dan amat mustahil untuk orang-orang biasa memilikinya.Sekiranya korang dapat melihat tag harga baju tersebut,baju tersebut bernilai 399,900.Harganya hampir separuh juta. Dengan sulaman sulaman emas yang terdapat pada baju tersebut,si pemakai memang berada pada kelas tersendiri.Sungguh aku tak dapat bayangkan aku memakai baju yang bernilai 399,900.Sekiranya korang tidak dapat melihat tag harga tersebut dengan jelas,korang boleh melihat gambar dibawah.Sambil ditolak-tolak oleh lautan manusia,aku sempat snap lagi satu pic. Sekarang korang dah dapat melihat dengan jelas kan? Percayalah...ini bukan kisah dogengan.. TAPI...JAP.... Ada perkataan RP dihadapan?owh..maafkan aku.Ini rupa-rupanya baju raya adik aku yang belajar di Indonesia tu berharga RP399,900 bersamaan dengan RM60++..Hehehe..aku bergurau..Jangan marah-marah..nanti kena jual. Ini merupakan entry terakhir aku iaitu entry ke empat pada hari ini.Besok,selepas sahur,aku akan bertolak ke kampung tercinta. Dikesempatan ini,aku nak ucapkan Selamat Hari Raya Aidilfitri kepada rakan-rakan blogger dan aku menyusun sepuluh jari memohon keampunan sekiranya sepanjang tempoh aku berblogging ini,aku ada menyakiti,menyindir atau bergurau kasar dengan sesiapa sahaja terutamanya rakan-rakan blogging.Aku cuma insan biasa dan masih belajar dalam dunia berblogging ini.